About mE
hello….
nama saya mita andriani. saya biasa di panggil “mhyta” atau “thata” oleh teman-teman. saya lahir di Jakarta tanggal 1 April 1991, yang biasanya sering di sebut april mop. saya tinggal bersama orang tua dan seorang adik laki-laki. adik saya berumur 13 tahun, sekarang dia kelas 2 SMP. saya adalah seorang mahasiswi di Universitas Budi Luhur fakultas teknologi informasi jurusan sistem informasi. saya baru masuk tahun ini. saya alumni dari SDN Sudimara 8, SMP Budi Mulia, dan SMAN 13 Tangerang….
hobi saya membaca novel, nonton basket, dengerin musik, dan nonton bola. saya paling senang nonton acara-acara sport khusus sepak bola yaitu liga inggris. club favorit saya dari SMP adalah chesea. saya adalah salah satu the blues lovers. saya selalu bela-belain bangun tengah malam cuma buat nonton tim kesayangan saya main. wlaupun kadang-kadang kalah. pemain favorit saya yaitu Frank Lampard…pkok’a i Love u laMpz…hhehe…
klo piala dunia biasanya saya menjagokan negara inggris dan spanyol..mudah-mudahan tahun depan saya bisa melihat kedua jagoan saya di final…hhe..selain nonton bola saya juga senang nonton basket, terutama IBL. Di IBL saya menjagokan SM Britama…mereka adalah tim yang solid dan mempunyai defense yang baik, kalo final saya selalu menyempatkan diri untuk nonton live di Senayan….
di Sekolah, saya termasuk murid berprestasi juga. dari SMP saya selalu mendapatkan peringkat 5 besar. saya juga pernah mengikuti olimpiade MIPA khususnya kimia. saya sangat senang bisa terpilih mewakili sekolah waktu itu. wlaupun saya tidak memenangkan, tapi saya mendapat pelajaran-pelajaran penting selama mengikuti kompetisi itu. saya sangat bangga dan bersyukur, karena saya di percaya untuk mewakili sekolah dan mendapatkan sertifikat…mudah-mudahan itu bisa di jadikan pengalaman yang paling berkesan & berharga dalam hidup saya. moto saya adalah jangan pantang menyerah sebelum kita berusaha…semangad!!! ^_^
“INGINKU”
Andai aku adalah batu
yang keras dan selalu diam membisu
Andai aku adalah pohon
yang tegar dan tak tergoyahkan
Andai aku adalah air
mengalir tanpa ada dengan riak ke hilir
tapi,,
aku adalah manusia
yang lemah dan goyah,
yang berdiri tegak dengan paksaan…
Aku ingin seperti batu yang kuat,
seperti pohon yang tegar,
atau seprti air yang mengalir apa adanya,
Inginku cuma sebatas asa yang tak terlepas dari Yang Kuasa…
Keluarga = “No 1”!
Walaupun keluarga menempati posisi teratas dalam hidup kita, bukan berarti yang lainnya jadi nggak penting, kan?
Keluarga = Prioritas No.1
Menghabiskan weekend bareng keluarga adalah poin nomor 1 di agenda kita. Hang out bareng teman sah-sah saja dilewatkan, asalkan bisa belanja bareng Mama atau nonton sama adik. Tapi kenapa ya, teman-teman malah jadi bete?
Oke-nya: Kita sangat care dan perhatian dengan anggota keluarga. Selain, hubungan makin dekat, prioritas terhadap keluarga merupakan bentuk bakti kita kepada orang tua.
Bahayanya: Mengabaikan janji dengan teman, atau nyuekin teman yang sedang membutuhkan kita.
Langkah tepat: Menjadikan keluarga sebagai prioritas memang tepat. Namun, bukan berarti 24 jam dalam seminggu harus dilewati bersama mereka, kan? Apalagi kalau kita sudah bikin janji dengan teman atau ada keperluan penting lainnya. Pasti keluarga bisa mengerti, kok!
Keluarga = Pertimbangan No.1
Wajar, dong kalau mau ikutan “ini itu”, kita meminta izin keluarga, terutama ortu. Selain meminta restu, kita juga sangat butuh pendapat mereka. Kalau mereka nggak antusias memberikan dukungan, mendingan nggak usah ikutan, deh!
Oke-nya: Keluarga akan memberikan pertimbangan terbaik sehingga kita terjaga dari hal-hal negatif. Selain itu, karena sudah mengenal kita “luar dalam”, keluarga cukup mengetahui kegiatan mana yang memang pas untuk kita.
Bahayanya: Ketergantungan pada pendapat keluarga sehingga kita tidak punya “suara” sendiri, dan tidak berani melakukan suatu kegiatan tanpa didampingi keluarga.
Langkah tepat: Meminta izin dan pendapat keluarga tetap wajib kita lakukan. Tapi, jangan lupa mengutarakan pendapat sendiri. Siapa tahu, setelah mendengar penjelasan kita, pikiran mereka jadi lebih terbuka terhadap hal-hal baru. Seperti mengizinkan kita ikutan les jazz ballet atau ekskul pecinta alam. Selanjutnya, siapkan diri juga apabila harus melaksanakan kegiatan tanpa didampingi keluarga, misalnya, di acara camp sekolah atau kompetisi olehraga.